Algoritma dan Pemrograman : Tipe Data Dasar, Variabel, dan Konstanta

Apakabar pembaca semuanya? Kali ini saya akan membahas tentang materi mata kuliah Algoritma dan Pemrograman Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung, yang saya dapatkan pada semester 1 ini. Setelah kemarin kita membahas tentang pseudocode, kali ini saya akan membagikan materi dasar yang wajib kita pahami sebelum membuat sebuah flowchart dalam bentuk pseudocode. Pada postingan ini saya membahas tentang tipe data dasar, variabel dan konstanta.

TIPE DATA DASAR

Tipe Data Dasar adalah himpunan nilai yang dapat dimiliki oleh sebuah data. Tipe data menentukan apakah sebuah nilai dapat dimiliki sebuah data atau tidak, serta operasi yang akan dilakukan pada data tersebut.

Ada dua tipe data dasar :

  1. Numerik : angka/kumpulan angka yang dapat mengalami operasi perhitungan.
  2. Kategorik : angka/huruf namun tidak dapat mengalami operasi perhitungan.

Contoh tipe data dasar :

  • integer/bilangan bulat merupakan tipe data dasar berupa bilangan yang tidak mengandung pecahan desimal. Macam tipe integer :

tipe

  • Real/bilangan riil adalah tipe data dasar berupa bilangan yang memiliki pecahan desimal. Nilai dengan tipe ini harus ditulis dengan sebuah titik sebagai pemisah bilangan utuh dan bilangan pecahan. Macam tipe data real :

real

  • Char/karakter adalah tipe data dasar yang terdiri atas satu buah angka, huruf, tanda baca atau karakter khusus. Diperlukan 1 byte/8 bit memori untuk menyimpan sebuah char. Penulisannya diawali dan diakhiri kutip ganda. Selain itu juga null/nill (” “).
  • String adalah tipe data dasar yang berupa kumpulan karakter dengan panang tertentu. example :

    – “BANDUNG” , “POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG”

  • Boolean/bilangan logika merupakan tipe data yang digunakan untuk pemilihan dengan kondisi-kondisi tertentu. Tipe data ini memiliki 2 kemungkinan yaitu benar dan salah, true and false, atau 1 dan 0.

VARIABEL

Variabel adalah objek yang nilainya dapat berubah-ubah. Variabel dituliskan saat deklarasi, berikut aturan penamaan variabel :

  • Huruf pertama menunjukkan tipe data dari variabel. Ex : c=char, i=integer.
  • Nama variabel harus cukup jelas menunjukkan tujuan penggunaan variabel tersebut,
  • Nama variabel tidak boleh mengandung spasi kosong atau karakter khusus seperti karakter ! @ # $ % ^ & * ( ) { } [ ] ‘ ” ; : < > , . / ? | dan \.
  • Cara lain untuk memisahkan kata dalam nama variabel dengan memberi huruf besar di awal setiap kata. Ex: CJenisKelamin.

Pengisian nilai dalam variable dapat dilakukan dengan dua cara :

var

KONSTANTA

Konstanta merupakan sebuah nilai yang disimpan tetap dan tidak dapat diubah-ubah sejak dideklarasikan.

Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat, dan terimakasih telah membaca postingan ini. Sampai jumpa di postingan saya selanjutnya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s