Algoritma dan Pemrograman : Operator dan Runtunan

Halo para pembaca blog saya! Kali ini saya hadir untuk menjelaskan materi yang berkaitan dengan mata kuliah Algoritma dan Pemrograman Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Negeri Lampung. Jika kemarin saya membahas tentang Tipe Data Dasar, Variabel, dan Konstanta. Kini, saya akan membahas tentang operator.  Dalam membuat sebuah algoritma terlebih lagi ingin menerapkannya menjadi sebuah pseudocode kita perlu memahami tentang operator dan penggunaannya, juga urutan operasi serta runtunan.

OPERATOR

Operator adalah pengendali operasi yang akan dilakukan pada beberapa operasi sehingga membentuk sebuah ekspresi. Macam-macam operator pada pemrograman :

  • Operator Aritmatik

Operator ini membentuk perhitungan aritmatik, nilainya dapat berupa integer atau real.

arit

Output dari operasi aritmatik akan memiliki tipe data yang sama dengan tipe data operasinya.

  • Operator Assigment

Operator ini digunakan untuk memasukkan nilai kedalam suatu variabel, tanpa menghilangkan atau mengosongkan nilai variabel sebelumnya.

assig

  • Operator Increase and Decrease

Operator ini berfungsi menaikkan atau menurunkan satuan nilai pada sebuah variabel.

incre

  • Operator Relasional

Operator ini membandingkan dua operan dan hasilnya berupa boolean yang nilainya berupa True or False/Benar atau Salah.

relas

  • Operator Logika

Operator yang digunakan untuk mengkombinasikan hasil ekspresi yang mengandung nilai operator relasional.

logik

URUTAN OPERASI

Untuk menentukan operasi mana yang akan dilakukan terlebih dahulu, maka ditentukan urutan dimana setiap operator memiliki urutan level dari 1 sampai level 8. Operator yang levelnya lebih tinggi (ditunjukkan dengan nilai lebih kecil) dioperasikan terlebih dahulu dibandingkan operator lainnya yang levelnya lebih rendah. Hal ini disebut asosiativitas. Level urutan operasi :

urutan

RUNTUNAN

Runtunan maksudnya adalah program akan dibaca secara runtun atau berurutan baris demi baris dari atas ke bawah. Pada program suatu nilai bisa tidak berlaku bila tertumpuk dengan nilai yang baru diisikan.

runtun

Dalam pseudocode diatas nilai akhir dari variabel a bukanlah 5 melainkan 9, karena nilai variabel a<–5 telah ditumpuk dengan nilai variabel a<–a+c/ a<–5+4 yaitu 9. Hal ini merupakan bagian dari proses runtutan dimana nilai suatu variabel dapat tidak berlaku karena tertumpuk dengan nilai yang baru diisikan, sehingga nilai akhir untuk d adalah 12.

Kita harus memahami prinsip runtunan dan urutan operator dalam membuat suatu program agar output yang diinginkan tidak salah. Semoga postingan saya dapat membuat para pembaca memahami kegunaan dan urutan operasi dan operator dalam membuat program, serta bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih sudah membaca!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s